Peternakan 1 Oktober 2026

KERJA SAMA DENGAN SITPEC MAYAPADA, PP PORDASI GELAR SEMINAR TENTANG RISIKO CEDERA PADA ATLET BERKUDA

PP PORDASI bekerja sama dengan Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) Mayapada menggelar seminar mengenai risiko cedera yang rentan dialami atlet olahraga berkuda. Seminar menghadirkan dr. Adriel Benedict Haryono, Sp.O.T., AIFO-K, FICS, serta Letda Kav Riko Ganda Febryyanto, atlet Eventing Indonesia peraih medali perak beregu SEA Games Thailand 2025.

Kegiatan dilaksanakan di PORDASI HQ, JIEPP Pulomas Jakarta Timut pada 28 September 2026 dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mengenai penanganan cedera dalam olahraga berkuda, mulai dari pertolongan pertama, perawatan, hingga proses pemulihan agar atlet dapat kembali berlatih dan bertanding dengan aman.

SITPEC Mayapada dan Penanganan Cedera Olahraga

Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) Mayapada merupakan layanan yang berfokus pada penanganan cedera olahraga sekaligus mendukung pemulihan dan performa fisik. Penanganannya mencakup evaluasi cedera, tindakan medis, fisioterapi dan rehabilitasi, hingga program pemulihan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan atlet.

Dalam olahraga berkuda, pemahaman terhadap cedera menjadi penting karena atlet berhadapan dengan berbagai risiko, termasuk benturan maupun insiden saat berinteraksi dengan kuda.

Riko Ganda Berbagi Pengalaman Jelang SEA Games

Pengalaman menghadapi cedera disampaikan langsung oleh Letda Kav Riko Ganda Febryyanto. Sekitar satu bulan menjelang SEA Games Thailand 2025, Riko mengalami insiden yang mengakibatkan cedera serius pada bagian tulang rusuk.

“Pasca kejadian saya harus bolak-balik ke rumah sakit untuk proses penyembuhan, lalu dengan treatment dan fisioterapi yang intens di bawah pengawasan dokter, akhirnya saya bisa pulih untuk bertanding di SEA Games,” ujar Letda Kav Riko Ganda Febryyanto.

Proses tersebut bukan hanya menjadi tantangan secara fisik. Riko juga harus mengatasi trauma setelah insiden agar dapat kembali berinteraksi dengan kuda dan menjalani latihan.

Menurut Riko, kepercayaan diri dan optimisme menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Pengalaman itu sekaligus memberinya pembelajaran untuk semakin berhati-hati ketika berinteraksi dengan kuda, baik dalam latihan maupun aktivitas sehari-hari.

Kerja keras dalam proses pemulihan akhirnya mengantarkan Riko kembali ke arena pertandingan. Ia kemudian menjadi bagian dari Tim Eventing Indonesia yang meraih medali perak beregu pada SEA Games Thailand 2025.

Pertolongan Pertama Jadi Bagian Penting

Sementara itu, dr. Adriel Benedict Haryono menjelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika atlet mengalami cedera. Materi mencakup perlengkapan standar yang perlu dipersiapkan serta tahapan penanganan mulai dari pertolongan pertama, perawatan, hingga memasuki masa pemulihan.

“Menurut saya pertolongan utama adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Pertolongan pertama juga menjadi kunci apa proses tindakan yang harus dilakukan selanjutnya dan sangat berpengaruh terhadap berjalannya proses pemulihan,” jelas dr. Adriel Benedict Haryono.

Ia juga menyampaikan bahwa proses pemulihan dan penyembuhan cedera atlet dapat dilakukan melalui layanan SITPEC Mayapada dengan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi cedera serta kebutuhan masing-masing atlet.

Melalui seminar ini, PP PORDASI mendorong meningkatnya kesadaran atlet dan seluruh pelaku olahraga berkuda terhadap pentingnya pencegahan, pertolongan pertama, serta penanganan cedera yang tepat. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan atlet sekaligus menjaga keberlanjutan performa dan prestasi olahraga berkuda Indonesia.

Bagikan