Ajang FEI CSI1* International Jumping Competition & ESC Final Series 2026 yang diselenggarakan oleh Equinara Horse Sports di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta Timur, pada 17–18 Oktober 2026, menghadirkan persaingan menarik di antara para atlet berkuda nasional. Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari tersebut mempertandingkan nomor-nomor jumping, mulai dari kelas CSI1* International Jumping Competition hingga rangkaian final ESC Series 2026.
Kompetisi ini diikuti sejumlah rider papan atas Indonesia, termasuk beberapa atlet yang sebelumnya memperkuat kontingen Merah Putih pada Asian Games Aichi–Nagoya 2026. Kehadiran para atlet berpengalaman tersebut turut meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memberikan kesempatan bagi rider-rider muda untuk menguji kemampuan mereka di tengah atmosfer pertandingan yang kompetitif.
GADIS KIREINA ISKANDAR BORONG TIGA MEDALI EMAS

Salah satu penampilan paling menonjol datang dari rider muda berbakat, Gadis Kireina Iskandar. Mewakili W Equestrian–Arthayasa, Gadis sukses membukukan prestasi gemilang dengan mengoleksi tiga medali emas dan satu medali perunggu sepanjang kejuaraan.
Tiga medali emas tersebut diraih dari kelas CSI1* International Jumping Competition 120 cm, 130 cm, dan 140 cm. Keberhasilannya menjuarai tiga kelas dengan tingkat kesulitan berbeda, termasuk kelas 140 cm yang menjadi salah satu nomor bergengsi, menunjukkan kualitas teknik dan konsistensinya dalam menghadapi tantangan lintasan pertandingan.
Tidak hanya mendominasi perebutan medali emas, Gadis juga menambah koleksi prestasinya melalui raihan medali perunggu dari kelas CSI1* International Jumping Competition 130 cm. Dalam kejuaraan ini, ia tampil berpasangan dengan dua kuda andalannya, Stitches dan Mia. S, yang turut mengantarkannya meraih hasil membanggakan.
Pencapaian tersebut semakin mempertegas potensi Gadis sebagai salah satu rider junior putri Indonesia yang mampu bersaing di kelas-kelas jumping dengan ketinggian rintangan yang semakin menantang. Keberaniannya tampil di level tersebut menjadi modal penting dalam proses pengembangan kemampuan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Di tengah upaya memperkuat regenerasi atlet berkuda nasional, penampilan Gadis memberikan gambaran positif mengenai hadirnya talenta muda yang berpotensi menjadi bagian dari kekuatan show jumping Indonesia pada masa mendatang. Meski demikian, konsistensi prestasi, peningkatan pengalaman bertanding, dan pembinaan berkelanjutan tetap menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya.
NATHANAEL MENAYANG TUNJUKKAN KONSISTENSI PERFORMA

Penampilan impresif juga diperlihatkan Nathanael Menayang yang mewakili Bellator Stable. Berpasangan dengan kuda Lady Zentola, Nathanael berhasil mengamankan dua medali emas dari kelas CSI1* International Jumping Competition 110 cm yang dipertandingkan pada Sabtu dan Minggu.
Keberhasilan meraih kemenangan dalam dua hari pertandingan menjadi catatan positif bagi Nathanael. Hasil tersebut tidak hanya memperlihatkan kemampuannya menjaga performa, tetapi juga mencerminkan kerja sama yang solid antara rider dan kuda dalam menghadapi karakter lintasan serta tantangan pertandingan.
Sebagai salah satu rider muda potensial, Nathanael terus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Dua kemenangan beruntun tersebut sekaligus menjadi tambahan pengalaman dan prestasi penting untuk mendukung langkahnya dalam menghadapi persaingan show jumping nasional yang semakin kompetitif.
TIGA PASANGAN TERBAIK RAIH GELAR JUARA UMUM ESC SERIES 2026
Selain menghadirkan persaingan di kelas-kelas CSI1* International Jumping Competition, kejuaraan ini juga menjadi penutup rangkaian ESC Series 2026 melalui perebutan gelar juara umum yang terbagi dalam tiga kategori, yakni A, B, dan C.
Pada kategori A, Nathanael Menayang kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Bersama Lady Zentola, wakil Bellator Stable tersebut berhasil mengamankan gelar juara umum, sekaligus melengkapi pencapaiannya pada kejuaraan kali ini.
Sementara itu, persaingan kategori B menempatkan Susanto yang mewakili Equinara Horse Sports sebagai juara umum bersama kuda Nirwana. Adapun gelar juara umum kategori C berhasil diraih Permadi Surya dari RDAY Stable yang tampil berpasangan dengan kuda Memey.
Keberhasilan ketiga pasangan tersebut menjadi penutup positif perjalanan ESC Series 2026, sekaligus memperlihatkan hasil dari proses latihan, pembinaan, dan konsistensi penampilan sepanjang rangkaian kompetisi.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan FEI CSI1* International Jumping Competition & ESC Final Series 2026 tidak hanya menjadi wadah persaingan bagi para atlet berpengalaman, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan prestasi.
Kemunculan rider-rider junior potensial menjadi sinyal positif bagi masa depan olahraga berkuda Indonesia. Dengan dukungan pembinaan yang terarah, peningkatan kualitas kompetisi, serta kesempatan bertanding secara berkesinambungan, regenerasi atlet jumping nasional diharapkan dapat terus berkembang menuju persaingan di tingkat internasional.