BANDUNG BARAT — Kejuaraan Berkuda Piala Panglima TNI 2026 berlangsung meriah di Yonkavkud I Sembrani Ronggolawe, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 2–6 September 2026. Kejuaraan yang mempertandingkan tiga disiplin, yakni Dressage, Jumping, dan Eventing, tersebut mendapat antusiasme tinggi dari insan olahraga berkuda.
Lebih dari 1.000 peserta yang mewakili 57 stable dari berbagai wilayah di Pulau Jawa turut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Kehadiran para atlet dan stable dari berbagai daerah membuat persaingan berlangsung kompetitif sekaligus memberikan warna tersendiri bagi perkembangan olahraga berkuda di Indonesia.
Salah satu disiplin yang paling ditunggu oleh para pecinta olahraga berkuda adalah Eventing. Disiplin ini memiliki tantangan tersendiri karena menguji kemampuan atlet dan kuda melalui tiga tahapan pertandingan, yaitu Dressage, Cross Country, dan Show Jumping.

Khusus pada Cross Country, seorang atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknik berkuda yang baik, tetapi juga harus memiliki ketahanan fisik dan stamina yang prima. Lintasan dengan karakter perbukitan dan berbagai rintangan yang harus ditaklukkan membuat pasangan atlet dan kuda dituntut memiliki keberanian, ketepatan, konsentrasi, serta kemampuan menjaga kondisi hingga menyelesaikan lintasan.
Dalam kejuaraan ini, persaingan Eventing berlangsung selama tiga hari. Hari pertama merupakan pertandingan Dressage, dilanjutkan hari kedua dengan Cross Country, dan hari ketiga ditutup dengan Jumping. Rangkaian tersebut menjadi ujian konsistensi bagi setiap pasangan yang berlaga.
Pada kelas CC-1A Eventing Piala Panglima TNI, Marco Rorimpandey bersama kuda Barca yang mewakili Aragon Equestrian Sport tampil sebagai juara. Marco mengawali pertandingan pada hari pertama – Dressage dengan perolehan 34,6 penalti.

Memasuki hari kedua – Cross Country, Marco dan Barca mampu menyelesaikan lintasan tanpa tambahan penalti. Performa tersebut kemudian dilanjutkan pada hari ketiga – Show Jumping dengan tambahan empat penalti. Dengan total 38,6 penalti, Marco Rorimpandey dan Barca berhasil menempati posisi pertama sekaligus meraih Piala Panglima TNI kategori Eventing.
Posisi kedua pada kelas tersebut ditempati Fahmi Satria bersama kuda Amanda dari Arthayasa Stable dengan total 42,0 penalti. Sementara posisi ketiga diraih Letda Kav Jamhur Hatta bersama Prince Ozil dari PRs Equestrian dengan total 42,6 penalti.
Persaingan juga berlangsung menarik pada kelas Jumping 105 cm Open Piala Panglima TNI. Lalu Yuda Pratama Riady Alwi bersama kuda Make it Possible dari Aragon Equestrian Sport berhasil tampil sebagai juara dengan catatan waktu 69,91 detik clear round.
Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Lalu Yuda Pratama Riady Alwi meraih Piala Panglima TNI kategori Jumping pada kelas 105 cm Open. Posisi kedua ditempati Muhammad Farid Nur Raihan bersama Miss Pika dari Aragon Equestrian Sport dengan waktu 63,03 detik dan clear round. Posisi ketiga diraih Alif Trio Putra bersama Diego Arterix dari Arthayasa Stable dengan waktu 63,76 detik dan clear round.

Selain kelas terbuka, kejuaraan juga mempertandingkan kelas Jumping 70 cm TNI-POLRI. Kelas ini menjadi salah satu nomor yang mempertemukan peserta dari unsur TNI dan POLRI dalam suasana kompetisi yang sekaligus memperkuat semangat kebersamaan melalui olahraga berkuda.

Pada kelas tersebut, Pratu Fajar Pratama bersama Louser dari Kartika Horse Riding Club berhasil keluar sebagai juara dengan catatan waktu 36,38 detik clear round. Posisi kedua ditempati Prada Adrian Amilaptur bersama Sydney dari Kartika Horse Riding Club dengan waktu 36,49 detik clear round. Sementara posisi ketiga diraih Briptu Galih bersama Orlando Jr dari Direktorat Polisi Satwa dengan waktu 38,01 detik clear round.
Rangkaian Kejuaraan Berkuda Piala Panglima TNI 2026 kemudian ditutup melalui upacara penutupan yang dipimpin langsung oleh Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Danpussenkav) TNI AD, Mayjen TNI Eko Susetyo, M.M., M.Tr.(Han.).

Dalam kesempatan tersebut, Danpussenkav menyampaikan apresiasi kepada para atlet, stable, penonton, serta segenap panitia yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan. Apresiasi juga diberikan atas kerja sama seluruh pihak sehingga rangkaian pertandingan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
Kejuaraan Berkuda Piala Panglima TNI 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mempertemukan para atlet dan stable dari berbagai wilayah sekaligus mendorong perkembangan olahraga berkuda di Indonesia.