Equestrian 7 November 2026

NUSRTDINOV ZAYAN FATIH RAIH EMAS BEREGU FEI, TUNTASKAN PERJUANGAN DI YOG DAKAR 2026 DI PERINGKAT 17

PORDASI.ID — Atlet berkuda junior Indonesia, Nusrtdinov Zayan Fatih (Dinov), menuntaskan perjuangannya di ajang Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026, Senegal, dengan membawa pulang pencapaian membanggakan. Selain berhasil meraih medali emas FEI bersama Tim Asia pada pertandingan kategori beregu antar benua, Dinov juga mencatatkan pengalaman berharga setelah tampil di babak final individual cabang olahraga berkuda equestrian.

Kompetisi yang mempertemukan 24 atlet muda dari 24 negara tersebut menjadi ajang persaingan para talenta berkuda dunia yang terbagi dalam enam tim regional, yakni Asia, Inter Amerika, Amerika Selatan, Intercontinental, Afrika, dan Eropa.

Bagi Dinov, keikutsertaannya di YOG Dakar 2026 bukan sekadar kesempatan untuk menguji kemampuan di tingkat internasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pembinaan dan pengembangan prestasinya sebagai salah satu atlet berkuda junior Indonesia.

Berkontribusi Membawa Tim Asia Raih Medali Emas FEI

Dinov mengawali penampilannya melalui dua pertandingan kualifikasi yang diselenggarakan pada 3 dan 5 November 2026. Selain menjadi tahapan menuju babak final individual, kedua pertandingan tersebut juga menentukan perebutan medali FEI untuk kategori beregu antar benua.

Memperkuat Tim Asia, Dinov bergabung bersama tiga atlet muda lainnya, yakni Mantena Sresht Raju (India), Sun Ruirui (China), dan Almheiri Alya Adnan Awadh (Uni Emirat Arab). Keempat atlet tersebut berhasil menunjukkan penampilan kompetitif sepanjang dua hari pertandingan hingga membawa Tim Asia menempati peringkat teratas dengan akumulasi waktu 226,26 detik dan total 17 poin penalti.

Hasil tersebut memastikan Tim Asia meraih medali emas FEI kategori beregu, sekaligus mengungguli lima tim regional lainnya yang turut bersaing dalam kejuaraan.

Posisi kedua ditempati Tim Inter Amerika yang meraih medali perak dengan catatan waktu 235,72 detik dan 21 poin penalti. Sementara itu, Tim Afrika harus puas dengan medali perunggu setelah membukukan waktu 226,22 detik dan 29 poin penalti.

Keberhasilan tersebut menjadi catatan positif bagi Dinov yang turut berkontribusi dalam pencapaian Tim Asia. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa atlet muda Indonesia memiliki kesempatan untuk bersaing dan berkolaborasi dengan para atlet dari berbagai negara dalam kompetisi berkuda tingkat dunia.

Tuntaskan Babak Final Individual di Peringkat Ke-17

Setelah menyelesaikan rangkaian pertandingan beregu, Dinov kembali melanjutkan perjuangannya pada babak final individual yang digelar pada 6 November 2026.

Berpasangan dengan kuda Ucaral De Beaujour, Dinov menghadapi persaingan dari para atlet muda terbaik yang tampil memperebutkan medali resmi YOG Dakar 2026.

Dalam pertandingan tersebut, Dinov akhirnya menyelesaikan kompetisi di peringkat ke-17, sekaligus menutup seluruh rangkaian penampilannya pada cabang olahraga berkuda equestrian YOG Dakar 2026.

Adapun medali emas individual berhasil diraih oleh Mike Smits asal Swiss. Posisi kedua ditempati Liza Tittle dari Amerika Serikat yang berhak atas medali perak, sedangkan Alejandro Gutierrez Al Cocer dari Kolombia meraih medali perunggu.

Pengalaman Internasional untuk Pengembangan Prestasi

Partisipasi Dinov dalam YOG Dakar 2026 menjadi salah satu langkah penting bagi pengembangan atlet berkuda junior Indonesia, khususnya dalam menghadapi atmosfer kompetisi internasional dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi.

Pengalaman bertanding bersama atlet dari berbagai negara, beradaptasi dengan kuda pasangan dalam kompetisi, serta menghadapi tekanan pertandingan menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun mental bertanding.

Keberhasilan meraih medali emas FEI bersama Tim Asia juga menjadi pencapaian tersendiri yang melengkapi perjalanan Dinov selama mengikuti pesta olahraga multicabang bagi atlet muda tersebut.

Melalui keikutsertaan di YOG Dakar 2026, Dinov diharapkan dapat terus mengembangkan potensi dan meningkatkan prestasinya pada berbagai kejuaraan internasional mendatang, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda olahraga berkuda Indonesia untuk terus berkembang dan berani bersaing di panggung dunia.

Foto : NOC Indonesia

Bagikan