Equestrian 26 Agustus 2026

REALISASIKAN PROGRAM PEMBINAAN, PENGPROV PORDASI SUMUT GELAR LATIHAN BERSAMA

MEDAN — Pengprov PORDASI Sumatera Utara mulai merealisasikan program pembinaan atlet secara lebih terarah setelah menerima dukungan peralatan pertandingan dari PP PORDASI. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menyelenggarakan Latihan Bersama Dressage & Jumping Atlet Berkuda di Cadika Stable, Taman Cadika Pramuka, Kota Medan, Sumatera Utara, pada 23 Agustus 2026.

Dukungan peralatan pertandingan tersebut sebelumnya diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum PP PORDASI Aryo PS Djojohadikusumo kepada perwakilan Pengprov PORDASI Sumut, Dedy Batubara, dalam rangkaian Peringatan HUT PORDASI ke-60 yang berlangsung pada 7 Juni 2026 di PORDASI HQ, Jakarta.

Penyerahan secara resmi kemudian dilaksanakan pada 3 Agustus 2026 di Cadika Stable, Taman Cadika Pramuka, Kota Medan. Bantuan tersebut diterima oleh Sekretaris Umum Pengprov PORDASI Sumut, Assad Shidiqque.

Bagi Pengprov PORDASI Sumut, bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan atlet. Setelah bantuan diterima, Pengprov PORDASI Sumut bergerak cepat dengan menyusun sejumlah kegiatan yang dapat secara langsung memanfaatkan sarana pertandingan tersebut, salah satunya melalui program latihan bersama.

Latihan Bersama Dressage & Jumping yang digelar pada 23 Agustus 2026 diikuti para atlet berkuda Sumatera Utara. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah atlet Sumut yang telah memiliki pengalaman bertanding pada berbagai kejuaraan tingkat nasional, di antaranya Brandon Toa dan Rayni Amina Ramadhani Siregar.

Kehadiran atlet-atlet berpengalaman tersebut turut memberikan warna dalam kegiatan latihan bersama sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pembinaan yang lebih aktif dan kompetitif di Sumatera Utara.

Ketua Pengprov PORDASI Sumut, Yuriandi Siregar, menyampaikan apresiasi kepada PP PORDASI dan Ketua Umum Aryo PS Djojohadikusumo atas bantuan peralatan pertandingan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada PP PORDASI dan Ketua Umum Aryo PS Djojohadikusumo atas bantuan peralatan pertandingan yang sudah diberikan. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berupaya dalam mengembangkan olahraga berkuda equestrian di wilayah Sumatera Utara.”

Yuriandi Siregar

Menurut Yuriandi, bantuan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan olahraga berkuda di Sumatera Utara. Latihan bersama menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan peralatan yang diterima dapat memberikan manfaat langsung bagi proses pembinaan atlet.

“Bantuan peralatan pertandingan dari PP PORDASI akan kami manfaatkan sepenuhnya untuk pengembangan olahraga berkuda di wilayah Sumatera Utara, yang salah satu langkah awalnya adalah dengan menggelar program latihan bersama.”

Dari Latihan Menuju Kompetisi

Pengprov PORDASI Sumut tidak berhenti pada kegiatan latihan bersama. Program pembinaan selanjutnya direncanakan memiliki skala yang lebih besar melalui penyelenggaraan Piala Walikota Medan 2026 yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang.

“Ke depannya kami akan meningkatkan skala pembinaan melalui penyelenggaraan kejuaraan, yaitu Piala Walikota Medan 2026 yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang, sekaligus menjadi ajang seleksi atlet daerah Sumut dalam menghadapi Kejurnas Equestrian 2026,” ujar Yuriandi.

Pengprov PORDASI Sumut juga berharap Piala Walikota Medan 2026 dapat menjadi ajang yang terbuka bagi atlet dari luar Sumatera Utara. Partisipasi atlet dari berbagai daerah dinilai dapat menciptakan suasana kompetisi yang lebih baik sekaligus membuka ruang pembinaan bersama antar daerah.

“Kami juga berharap agar pada Piala Walikota Medan 2026 tersebut, atlet-atlet dari luar wilayah Sumut dapat berpartisipasi untuk menggalang program pembinaan atlet secara bersama-sama.”

Penguatan Pemahaman Teknis Atlet

Untuk meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan latihan bersama tersebut, PP PORDASI menunjuk Jupri Mardi, Sekretaris Komisi Equestrian PP PORDASI, untuk hadir di Cadika Stable.

Jupri Mardi juga memiliki kompetensi sebagai juri jumping berlisensi FEI Level 2. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan sejumlah masukan kepada Pengprov PORDASI Sumut maupun para atlet yang mengikuti latihan.

Masukan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis di arena, tetapi juga pemahaman terhadap peraturan pertandingan yang wajib diketahui oleh setiap atlet. Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah pemahaman mengenai walk the course, yakni proses mengenali dan mempelajari lintasan pertandingan sebelum seorang atlet bertanding.

Pemahaman terhadap lintasan menjadi salah satu aspek penting dalam jumping, karena atlet perlu mengetahui urutan rintangan, jarak antar rintangan, arah lintasan, serta berbagai kondisi yang dapat memengaruhi strategi saat pertandingan berlangsung.

Jupri menilai, tersedianya peralatan pertandingan yang memadai perlu diikuti dengan latihan yang konsisten agar atlet semakin terbiasa menghadapi situasi pertandingan.

“Dengan peralatan pertandingan yang telah memadai, saya berharap ke depannya para atlet lebih sering dan tekun berlatih di bawah pengawasan pelatih agar lebih terbiasa saat dipertandingkan nanti,” kata Jupri Mardi.

Jupri Mardi

Kegiatan latihan bersama tersebut menjadi langkah awal Pengprov PORDASI Sumut dalam menerjemahkan dukungan PP PORDASI ke dalam program pembinaan yang nyata. Dari pemanfaatan peralatan pertandingan, peningkatan intensitas latihan, hingga rencana penyelenggaraan kejuaraan, rangkaian program tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pembinaan atlet equestrian di Sumatera Utara.

Pada akhirnya, keberlanjutan pembinaan akan sangat ditentukan oleh konsistensi latihan, kualitas pendampingan pelatih, pengalaman bertanding, serta tersedianya kompetisi yang berkesinambungan. Melalui langkah tersebut, Pengprov PORDASI Sumut berupaya membangun fondasi yang lebih kuat bagi lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing pada tingkat nasional.

Bagikan