Jakarta, 20 Agustus 2026 — Pertumbuhan olahraga berkuda di Indonesia tidak hanya membuka ruang bagi peningkatan prestasi atlet, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor olahraga berkuda.
Melihat potensi tersebut, Komisi Horseback Archery (HBA) & Tent Pegging PP PORDASI menginisiasi kegiatan Pembinaan dan Pemberdayaan UMKM Olahraga Berkuda yang Profesional dan Berkelanjutan dalam bentuk seminar bertajuk Sport Industry, Business Class for SME yang diselenggarakan di PORDASI HQ, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 20 peserta yang mayoritas merupakan pelaku UMKM di bidang olahraga berkuda. Hadir sebagai narasumber Ketua Komisi HBA & Tent Pegging PP PORDASI, Deri Asta, MBM BO BRI Otista Jakarta Region VI, Heru Santika, serta Staf Khusus Menpora Bidang Hukum dan Registrasi, Dr. Togi Pangaribuan, S.H., LL.M.
Kegiatan dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan sekaligus membuka dialog antara pelaku UMKM dengan para narasumber dari berbagai bidang keahlian. Materi yang disampaikan mencakup potensi pengembangan usaha, akses permodalan, hingga pentingnya aspek legalitas dalam menjalankan kegiatan bisnis.
Dalam pemaparannya, Deri Asta membahas perkembangan peluang usaha yang mengikuti pertumbuhan ekosistem olahraga berkuda. Menurutnya, semakin banyaknya kegiatan dan kejuaraan berkuda dapat menciptakan kebutuhan terhadap berbagai produk dan jasa pendukung.
“Dengan semakin berkembangnya olahraga berkuda, banyak peluang bisnis yang bisa digali, seperti contohnya penjualan perlengkapan atlet dan kuda,” kata Deri Asta.

Ia juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan berbagai saluran pemasaran yang tersedia. Kehadiran langsung pada lokasi pertandingan dapat menjadi sarana untuk menjangkau konsumen secara lebih dekat, sementara kanal digital memberikan peluang untuk memperluas pasar di luar lokasi penyelenggaraan kejuaraan.
Sementara itu, Heru Santika memberikan pemahaman mengenai akses pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mengembangkan kapasitas usahanya. Materi tersebut menjadi salah satu bagian penting mengingat kebutuhan modal kerap menjadi tantangan bagi pelaku usaha dalam meningkatkan skala bisnis.
“Salah satu solusi dalam menjawab permasalahan pembiayaan adalah melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, jadi kami mempersilakan kepada para pelaku UMKM tanpa terkecuali untuk menghubungi atau datang langsung ke kantor-kantor cabang BRI terdekat untuk mengajukan KUR,” ucap Heru Santika.

Heru menjelaskan bahwa KUR memiliki sejumlah keunggulan bagi pelaku UMKM, di antaranya suku bunga yang rendah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah, persyaratan pengajuan yang relatif mudah, tidak memerlukan agunan tambahan, serta proses yang cepat.
Dari sisi regulasi, Dr. Togi Pangaribuan menekankan bahwa pengembangan usaha perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan aspek legalitas. Legalitas menjadi salah satu fondasi penting agar kegiatan usaha memiliki kepastian dan perlindungan hukum dalam menjalankan aktivitasnya.
“Sebaiknya UMKM memiliki legalitas agar mendapat perlindungan hukum, contohnya adalah perlindungan harta kekayaan pribadi yang terpisah dengan modal, dan meningkatkan kepercayaan para pemodal yang ingin berinvestasi,” terang Togi.
Menurut Togi, pemahaman terhadap aspek hukum sejak awal dapat membantu pelaku usaha membangun bisnis secara lebih tertata sekaligus mengantisipasi berbagai persoalan yang dapat muncul dalam perjalanan usaha.

Selain pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif. Para peserta berkesempatan menyampaikan berbagai persoalan dan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha di lapangan. Diskusi tersebut menjadi ruang untuk mencari pemahaman dan solusi yang lebih relevan dengan kondisi nyata yang dihadapi pelaku UMKM olahraga berkuda.
Togi juga mendorong para pelaku UMKM untuk terus menjaga semangat dalam mengembangkan usaha serta melihat potensi jangka panjang dari sektor olahraga berkuda sebagai bagian dari ekosistem ekonomi olahraga.
Melalui kegiatan ini, PP PORDASI tidak hanya mendorong kemajuan olahraga berkuda dari sisi prestasi dan kompetisi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap tumbuhnya ekosistem usaha yang mendukung keberlangsungan olahraga tersebut.
Pembinaan UMKM yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat melahirkan pelaku usaha yang semakin profesional, memiliki akses terhadap permodalan, memahami aspek legalitas, serta mampu memanfaatkan perkembangan olahraga berkuda sebagai peluang ekonomi yang produktif.
Dengan semakin kuatnya sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah, dunia usaha, dan para pelaku UMKM, ekosistem olahraga berkuda Indonesia diharapkan dapat berkembang secara lebih inklusif dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.