Kejutan terjadi di ajang Kejuaraan Berkuda Pacuan Piala Mangkunegaran & Triple Crown Seri II, kuda Saga Serumpun yang ditunggangi joki Angel Manarisip (Serumpun Stable) mampu menjegal peluang kuda Maxi of Khalim dan joki Jemmy Runtu (King Halim Stable) untuk mengulang Sejarah merebut gelar bergengsi Triple Crown 2026.
Kejuaraan diselenggarakan di Lapangan Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang Jawa Tengah (10/5) dengan diikuti oleh 168 ekor kuda yang datang dari beberapa daerah di Indonesia. Kejuaraan tersebut juga menjadi seri perdana King’s Cup Series yang rencananya akan digelar sebanyak 3 seri di sepanjang musim kompetisi tahun 2026.

Dibuka secara resmi oleh K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X dan Ketua Umum PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo, kejuaraan kali ini mempertandingkan 18 kelas yang diantaranya adalah kelas Triple Crown Seri II 1.600m dan kelas Terbuka Handicap 2.000m yang memperebutkan Piala Mangkunegaran. Adapun istilah Handicap pada kelas terbuka 2.000m adalah penambahan berat beban yang disesuaikan dari catatan prestasi kuda-kuda yang berpartisipasi di kelas tersebut. Hal ini merupakan regulasi tambahan yang diterapkan pada kejuaraan kali ini.

“Saya sangat Bahagia bisa Kembali hadir di Salatiga yang merupakan tanah kelahiran Mangkunegaran pada tahun 1757 silam. Kuda adalah bagian dari jiwa institusi Mangkunegaran sejak berdiri dan menjadi simbol ketangkasan, keberanian, dan kehormatan. Piala Mangkunegaran ini juga menjadi rangkaian Handeging Mangkunegaran yang ke 269,” Ucap K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X saat membuka kejuaraan.
Saat pertandingan Triple Crown Seri II 1.600m digelar, aksi susul menyusul mewarnai jalannya pertandingan. Kuda Saga Serumpun yang mendominasi paruh kedua jalannya lomba memang terlalu kuat untuk dikalahkan meskipun beberapa peserta mencoba mendahului dari semua lini.
Hasil akhirnya, kuda Saga Serumpun berhasil merebut kemenangan di kelas bergengsi tersebut disusul oleh kuda King Asva dan joki Abdul Majid (Pas Team), serta kuda Nara Eclipse dan joki Meikel Soleran (Eclipse Stable) di peringkat 2 dan 3. Sementara itu kuda Maxi of Khalim dan joki Jemmy Runtu yang sebelumnya telah mengoleksi kemenangan pada Triple Crown Seri I harus puas menempati peringkat 4 dari total 12 ekor kuda yang berpartisipasi sekaligus melepas asa untuk meraih gelar Triple Crown di tahun ini.

Meskipun gagal di ajang perebutan gelar Triple Crown 2026, perjuangan para awak King Halim Stable layak mendapatkan apresiasi setelah menguasai jalannya lomba di kelas Terbuka Handicap 2.000m yang juga dikenal sebagai kelasnya para raja. Kuda andalan mereka, Princess Gavi dan joki Jemmy Runtu menjadi yang tak tersentuh sejak gate start terbuka hingga garis finish.
Meskipun sempat ditempel ketat oleh kuda Duke BB, Gavi berhasil memberikan jarak lepas tikungan terakhir. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Princess Gavi disusul oleh kuda Prince Patriot dan joki Trully Pantow (Bullion 99 Stable) di posisi kedua serta kuda Duke BB dan joki Marsel Singal (Blue Blood Stable) di peringkat ketiga. Dengan kemenangan tersebut King Halim Stable berhasil membawa pulang Piala Mangkunegaran.

Sementara itu, Ketua Umum PP PORDASI, Aryo PS Djojohadikusumo tak menutupi rasa takjub atas ramainya para peserta dan penonton yang hadir pada kejuaraan kali ini. Aryo juga menyampaikan bahwa King’s Cup Series diselenggarakan sebagai penghormatan atas budaya dan tradisi berkuda di lingkungan Kerajaan-kerajaan khususnya di tanah Jawa.
“Pesan saya seperti yang diamanatkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, mari kita mengutamakan keselamatan kuda dan atlet serta menjunjung tinggi sportifitas. Saya mohon maaf bila dalam penyelenggaraan kejuaraan ini masih banyak kekurangan, Insya Allah tahun depan kita buat yang lebih baik, lebih megah, lebih seru, dengan hadiah-hadiah yang lebih besar lagi,” tutup Aryo PS Djojohadikusumo.