Peternakan 25 Mei 2026

Seminar Verifikator SKI, Penyelarasan Persepsi Verifikator Pusat dan Daerah

Seminar Verifikator SKI, Penyelarasan Persepsi Verifikator Pusat dan Daerah

Komisi Peternakan, Kesehatan, dan Registrasi Kuda (PKRK) PP PORDASI menggelar Seminar Verifikator SKI yang diselenggarakan di PORDASI HQ Jakarta (23/5). Seminar tersebut bertujuan untuk menyelaraskan persepsi para tenaga verifikator SKI antara pusat yang berada di bawah naungan Komisi PKRK dengan daerah yang berkedudukan di setiap PENGPROV PORDASI di seluruh Indonesia.

Seminar dihadiri oleh 20 peserta yang mayoritas berprofesi sebagai dokter hewan dan datang dari sejumlah daerah dengan 3 pembicara yang menjadi nara sumber yakni drh. Elita Sally, drh. Agung Dwi Riyanto, dan Sunandar Prihanto, S.H yang juga merupakan para verifikator SKI di Tingkat Komisi PKRK.

Sunandar Prihanto, S.H

Sesi pembuka menghadirkan pembicara Sunandar Prihanto, S.E yang kembali menyampaikan terkait visi, misi, dan maksud, serta tujuan dari penerapan SKI yang mencakup tahapan-tahapan proses pendaftaran hingga penerbitan SKI, hingga pentingnya peran seorang tenaga verifikator di level PENGPROV.

“Verifikator menjadi ujung tombak program SKI terutama dalam hal memverifikasi kuda-kuda yang akan masuk dalam data registrasi SKI. Peran para verifikator sangat penting karena hasil verifikasi dari para verifikator itulah yang akan menjadi data SKI,” ungkap Sunandar.

Sementara itu, drh. Elita Sally yang membawakan materi pembahasan dari segi teknis menekankan agar para verifikator SKI yang bertugas dapat mengirimkan data-data secara lengkap agar waktu proses penerbitan SKI bisa lebih cepat.

Drh. Elita Sally

Elita pun menghimbau agar PENGPROV PORDASI yang menangani proses pengumpulan data awal dapat lebih proaktif bilamana ada pengembalian berkas dari verifikator di tingkat pusat untuk kelengkapan administrasi proses penerbitan SKI.

“Secara garis besar ada 4 formulir yang harus diisi dengan lengkap dan detail yaitu formulir pendaftaran, formulir perkawinan kuda, formulir kelahiran kuda, dan formulir diagram marking kuda, yang didukung dengan daftar silsilah dan dokumentasi sesuai standar SKI,” ujar drh. Elita Sally.

Berlanjut ke materi pembahasan tentang teknis pembuatan diagram marking kuda yang dibawakan oleh drh. Agung Dwi Riyanto, menurutnya, dengan seminar ini diharapkan para verifikator di Tingkat PENGPROV dapat menyelaraskan persepsi terkait standarisasi pembuatan diagram marking kuda dengan verifikator di tingkat pusat.

Drh. Agung Dwi Riyanto

“Dalam seminar ini juga diinformasikan tentang bagaimana membuat diagram marking kuda yang benar dan berstandar. Diagram marking kuda adalah tanda unik atau ciri-ciri khusus sehingga kita dapat membedakan antara kuda yang satu dengan yang lainnya. Diagram marking kuda juga menjadi bagian terpenting dalam daftar SKI,” jelas drh. Agung Dwi Riyanto.

Sekedar informasi tambahan, SKI merupakan program besar Komisi PKRK yang mulai digagas pada tahun 2025 lalu dan menjadi program prioritas Komisi PKRK di tahun 2026 ini. SKI memiliki visi dan misi untuk menghadirkan informasi yang valid dan terverifikasi dalam mengidentifikasi kuda-kuda dan menjadi syarat utama dalam mengikuti kejuaraan-kejuaraan pacu di Tingkat nasional.

Langkah besar Komisi PKRK dalam menerapkan SKI juga semakin relevan setelah Komisi Pacu secara resmi juga merilis program pengujian DNA kuda dan mencanangkan Kembali peternakan kuda KPI yang merupakan karya anak bangsa dan telah bersertifikat SNI.

Bagikan