TERENGGANU, MALAYSIA – Tujuh atlet berkuda endurance Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan internasional Sultan Mizan Cup 2026 yang diselenggarakan di Terengganu, Malaysia, pada 8–11 Oktober 2026. Kejuaraan tersebut menjadi salah satu ajang berkuda endurance terbesar di Malaysia tahun ini, sekaligus kesempatan bagi para atlet Indonesia untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kemampuan bersaing di level internasional.
Sultan Mizan Cup merupakan salah satu kejuaraan endurance bergengsi di Malaysia yang mempertemukan para atlet dan kuda untuk berkompetisi dalam berbagai kategori jarak tempuh. Selain menguji kemampuan fisik dan strategi atlet, kejuaraan ini juga menuntut kesiapan serta kondisi kesehatan kuda dengan penerapan standar pertandingan dan pemeriksaan veteriner yang ketat.
TIGA ATLET INDONESIA BERHASIL MENYELESAIKAN PERTANDINGAN

Dalam kejuaraan tersebut, Indonesia menurunkan tujuh atlet yang tersebar di beberapa kelas pertandingan. Evelyn tampil pada kelas CEI 2* 120 km, sementara Wahyu Setiawan dan Septian Riyan mengikuti kelas 80 km. Adapun Agus Komakodin, Muhammad Afrizal, Abdu Khoir Ginting, dan Muhammad Fadli berkompetisi pada kelas 40 km.
Dari tujuh atlet yang berpartisipasi, tiga di antaranya berhasil menyelesaikan pertandingan di kelas masing-masing, yakni Evelyn pada kelas 120 km serta Agus Komakodin dan Muhammad Afrizal pada kelas 40 km.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting dalam proses pengembangan kemampuan atlet dan kuda, sekaligus bagian dari tahapan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi sesuai dengan ketentuan kualifikasi yang berlaku.
PENGALAMAN BERHARGA JELANG KEJURNAS ENDURANCE 2026
Selain menjadi ajang kompetisi, keikutsertaan Indonesia dalam Sultan Mizan Cup 2026 juga memberikan kesempatan untuk mempelajari berbagai aspek teknis penyelenggaraan kejuaraan endurance internasional.
Wahyu Setiawan menilai pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kejuaraan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi penting menjelang pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Endurance 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Lampung Endurance Park pada 12–13 Desember 2026 mendatang.
“Pengetahuan selama mengikuti kejuaraan ini nantinya akan menjadi tolak ukur yang akan kita terapkan demi lancar dan suksesnya Kejurnas Endurance 2026,” tutur pria yang akrab disapa Akong tersebut.
Menurutnya, pengalaman menyaksikan dan mengikuti langsung penyelenggaraan kejuaraan internasional menjadi bekal penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan pertandingan endurance di Indonesia.
EVELYN SOROTI TEKNOLOGI DAN KESEJAHTERAAN KUDA

Sementara itu, Evelyn, yang disebut sebagai satu-satunya atlet endurance Indonesia dengan kualifikasi bintang dua (2*), mengaku sangat terkesan dengan penyelenggaraan Sultan Mizan Cup 2026.
Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah penerapan standar penyelenggaraan pertandingan yang tinggi, termasuk penggunaan teknologi pelacakan GPS untuk memantau pergerakan peserta selama perlombaan. Menurut Evelyn, teknologi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung transparansi pertandingan sekaligus membantu meminimalkan potensi pelanggaran.
Evelyn juga menekankan bahwa keberhasilan dalam olahraga berkuda endurance tidak dapat diraih melalui proses yang instan. Dibutuhkan latihan berkesinambungan serta waktu yang cukup untuk membangun hubungan, komunikasi, dan saling pengertian antara atlet dan kudanya.
“Belajar dan berlatih endurance tentu ada strateginya, bukan hanya mengedepankan kecepatan, namun harus memperhatikan kemampuan dan kesehatan kuda agar dapat menyelesaikan pertandingan dalam kondisi yang baik,” ujar Evelyn.
Lebih lanjut, Evelyn menjelaskan bahwa salah satu faktor terpenting dalam menjalani pertandingan endurance adalah kemampuan atlet dalam mengoptimalkan performa kuda tanpa mengabaikan kondisi fisik, kesehatan, dan kesejahteraannya.
Menurutnya, pemahaman terhadap karakter, kemampuan, serta batas ketahanan kuda menjadi bagian penting dalam menentukan strategi pertandingan, terutama pada kelas jarak jauh yang menuntut konsistensi performa dan pengelolaan kondisi kuda sepanjang lintasan.
Keikutsertaan tujuh atlet Indonesia dalam Sultan Mizan Cup 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan olahraga berkuda endurance nasional, baik dalam peningkatan kualitas atlet dan kuda maupun pengembangan standar penyelenggaraan kompetisi menuju Kejurnas Endurance 2026.
PELATIHAN STEWARD ENDURANCE

Untuk mengembangkan olahraga berkuda endurance di tanah air, PP PORDASI juga menunjuk Paulus Satrio Prasetyo untuk mengikuti pelatihan steward endurance yang diselenggarakan pasca kejuaraan di tempat yang sama.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta akan diberi materi pembelajaran seperti peraturan pertandingan yang merujuk pada regulasi FEI, serta pelaksanaan tugas dan tanggung jawab steward dalam kejuaraan endurance.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah maju Indonesia dalam membangun infrastruktur tenaga official dalam rangka penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan endurance yang berkualitas di tanah air.