TOKYO — Tim Jumping Indonesia menuntaskan rangkaian pertandingan cabang olahraga equestrian pada Asian Games Aichi–Nagoya 2026 yang berlangsung di JRA Equestrian Park, Tokyo, Jepang, pada 1–4 Oktober 2026.
Tim Jumping Indonesia diperkuat oleh Dirga Wira Ramadan Sahputra, Marco Hence Wowiling, Arserl Rizki Brayudha, dan Rahman Setiawan. Rahman masuk dalam skuad setelah Brayen Brata Coolen yang sebelumnya dipersiapkan sebagai salah satu tulang punggung tim harus absen karena cedera.
Perjuangan Indonesia dimulai dari nomor Jumping Beregu yang diikuti 10 negara. Persaingan berlangsung ketat dalam dua putaran pertandingan sebelum Indonesia akhirnya menutup kompetisi di peringkat ke-7.
NOMOR BEREGU
Pada nomor beregu, Dirga Wira Ramadan Sahputra bersama Bella PS, Marco Hence Wowiling bersama Heliodor de Vains, Arserl Rizki Brayudha bersama Cavallo PB Z, serta Rahman Setiawan bersama Balthargos PS bahu-membahu membawa Indonesia melewati rangkaian pertandingan.
Keempat rider memainkan perannya masing-masing dalam menjaga posisi Indonesia di tengah persaingan dengan negara-negara kuat Asia. Setelah berada di peringkat ke-7 pada putaran pertama, Indonesia mampu mempertahankan posisi tersebut hingga pertandingan berakhir dan tercatat sebagai peringkat ke-7 Jumping Beregu Asian Games 2026.
Medali emas beregu akhirnya diraih Arab Saudi, disusul Uni Emirat Arab dengan medali perak dan tuan rumah Jepang dengan medali perunggu.
ARSERL RIZKI BRAYUDHA, TAMPIL IMPRESIF DI NOMOR INDIVIDUAL

Perjuangan kemudian berlanjut ke nomor Jumping Individual A. Arserl Rizki Brayudha bersama Cavallo PB Z memberikan salah satu penampilan terbaik Indonesia pada putaran pertama.
Arserl menyelesaikan pertandingan di peringkat ke-7, sekaligus memastikan dirinya menjadi salah satu dari dua wakil Indonesia yang melanjutkan perjuangan ke putaran berikutnya.
Pada pertandingan penentuan, Arserl kembali menghadapi persaingan para rider terbaik Asia dan akhirnya menutup penampilannya di Individual A dengan peringkat ke-12.
RAHMAN SETIAWAN, DARI PERAN PENGGANTI HINGGA KE PERINGKAT KE 11 ASIA

Perjalanan Rahman Setiawan bersama Balthargos PS menjadi bagian menarik dari perjuangan Tim Jumping Indonesia. Masuk ke dalam skuad untuk menggantikan Brayen Brata Coolen yang cedera, Rahman tidak hanya berkontribusi pada nomor beregu tetapi juga mampu melangkah jauh pada Individual A.
Rahman mengakhiri putaran pertama di peringkat ke-10, hasil yang membawanya bersama Arserl menuju putaran berikutnya.
Pada pertandingan penentuan, Rahman memperbaiki posisinya dan menyelesaikan Asian Games 2026 dengan peringkat ke-11 Individual A, sekaligus menjadi hasil akhir terbaik rider Indonesia pada nomor tersebut.
DIRGA WIRA RAMADHAN SAPUTRA, KONTRIBUSI DI NOMOR BEREGU

Setelah memperkuat Indonesia pada pertandingan beregu, Dirga Wira Ramadan Sahputra bersama Bella PS kembali turun pada Individual A. Dirga menyelesaikan putaran pertama di peringkat ke-15. Hasil tersebut belum cukup membawanya melanjutkan pertandingan ke putaran berikutnya, tetapi melengkapi kontribusinya setelah sebelumnya menjadi bagian dari tim Indonesia yang finis ketujuh pada nomor beregu.
MARCO HENCE WOWILING, MAKSIMALISASI MENGHADAPI TANTANGAN

Marco Hence Wowiling bersama Heliodor de Vains juga menjalani dua peran bagi Indonesia dengan tampil pada nomor beregu dan Individual A. Setelah ikut mengantarkan Indonesia menempati peringkat ketujuh beregu, Marco menyelesaikan pertandingan Individual A pada peringkat ke-23 di putaran pertama.
Dengan demikian, dari empat wakil Indonesia yang tampil pada Individual A, Arserl dan Rahman berhasil melanjutkan perjalanan hingga putaran berikutnya, sementara Dirga dan Marco menyelesaikan perjuangan pada putaran pertama.
RAHMAN DAN ARSERL, TUTUP PERJUANGAN DI NOMOR INDIVIDUAL A
Hasil akhir Individual A menempatkan Rahman Setiawan di peringkat ke-11 dan Arserl Rizki Brayudha di peringkat ke-12.
Sementara itu, medali emas Individual A diraih Faleh Al Ajami dari Qatar, medali perak menjadi milik Abdulla Almheiri dari Uni Emirat Arab, dan medali perunggu diraih Khaled Abdulrahman Almobty dari Arab Saudi.
Indonesia tidak menurunkan wakil pada Individual B, nomor baru yang dipertandingkan pada Asian Games 2026 dengan level rintangan lebih tinggi.
BERIKUT HASIL PERTANDINGAN JUMPING
Pada Jumping Beregu, medali emas diraih Arab Saudi, perak Uni Emirat Arab, dan perunggu Jepang. Indonesia menyelesaikan pertandingan di peringkat ke-7.
Pada Individual A, Faleh Al Ajami (Qatar) meraih emas, Abdulla Almheiri (Uni Emirat Arab) meraih perak, dan Khaled Abdulrahman Almobty (Arab Saudi) meraih perunggu. Indonesia menempatkan Rahman Setiawan di peringkat ke-11 dan Arserl Rizki Brayudha di peringkat ke-12.
Sementara pada Individual B, Ramzy Hamad Al Duhami (Arab Saudi) meraih medali emas dan Abdulrahman Bader M Alrajhi (Arab Saudi) meraih perak. Nama peraih medali perunggu Individual B sebaiknya kita konfirmasi kembali dari hasil resmi sebelum artikel PORDASI.id dipublikasikan, karena data yang kita gunakan sebelumnya belum memberikan konfirmasi yang cukup kuat untuk posisi ketiga.
Secara keseluruhan, Tim Jumping Indonesia menutup Asian Games Aichi–Nagoya 2026 dengan peringkat ke-7 beregu, sementara keberhasilan Rahman Setiawan dan Arserl Rizki Brayudha menembus putaran akhir Individual A menjadi capaian penting Indonesia dalam persaingan Jumping tingkat Asia.